Senin, 20 Desember 2010

MASUKNYA BUDAYA ASING DI INDONESIA


MASUKNYA BUDAYA ASING DI INDONESIA

Budaya Indonesia adalah, seluruh kebudayaan nasional, kebudayaan lokal, maupun kebudayaan asal asing yang telah ada di Indonesia sebelum Indonesia merdeka tahun 1945.
Kebudayaan didalam suatu Negara merupakan sebuah aset yang berharga dan dapat mencerminkan jati diri dari Negara tersebut. Oleh karena itu, sudah semestinya kita sebagai warga Negara Indonesia yang mencintai Tanah Air Indonesia bangga, dan menjaga serta melestarikan budaya yang kita miliki ini.
Seiiring berjalannya waktu, budaya Indonesia telah tercemar oleh budaya dari Negara lain. Masuknya budaya asing ke Indonesia dapat dilihat dari hal kecil seperti, cara berpakaian, yang dulunya masyarkat indonesia memakai pakaian tradisional, yang kalau dalam tradisi Jawa, wanita memakai kebaya dengan sanggul dirambutnya. Sedangkan pria, memakai beskep, dengan bawahan kain batik, serta blangkon di kepalanya. Begitu juga di daerah lain, beragam pakaian tradisional yang seharusnya kita lestarikan malah kita abaikan. Saat ini pakaian yang kita kenakan sudah tercampur dengan budaya luar.
Kebanggaan untuk mengenakan pakaian atau melakukan kebiasaan dalam budaya kita sepertinya sudah luntur di dalam benak kita masing-masing. Bahkan kita justru malah bangga dengan mengenakan pakaian Negara asing, melakukan kebiasaan yang dilakukan oleh Negara lain agar dianggap lebih modern, atau agar lebih terlihat modis dan gaul. Apakah untuk terlihat modis harus mengikuti budaya asing ? Apa kita lebih bangga saat kita memakan keju daripada singkong ?
Kebanyakan dari kita menganggap apabila kita memakai kebaya atau baju tradisional lain, membuat kita terlihat jadul atau kuno. Begitu juga dalam masalah singkong dan keju. Keju lebih dianggap mewah dimata orang banyak. Di zaman globalisasi ini, dimana tekhnologi semakin maju dan berkembang, berbagai macam cara dapat dilakukan agar kita lebih percaya diri dengan bergaya tradisional tetapi diberi aksen agar dapat lebih terlihat modern. Seperti yang sudah dilakukan oleh banyak orang yaitu membuat pakaian modern dengan motif dan bahan batik, membuat makanan seperti steak, ham burger, dengan mengganti daging menjadi tempe. Upaya tersebut tidaklah salah, malah justru dapat memberikan rasa percaya diri bagi mereka untuk menggunakan atau memakan - makanan yang asli berasal dari Negara kita sendiri. Disamping itu upaya tersebut dikarenakan seiring kemajuan zaman, karena tidak haruslah juga kalau kita benar – benar mengikuti secara murni yang kita kenakan dulu. Yang lebih penting adalah unsur kebudayaan dari Negara kita ini masih terlihat dan masih sangat kental.
Kurangnya kesadaran masyarakat, minimnya komunikasi budaya, dan kurangnya pembelajaran budaya adalah alasan mengapa warga Negara Indonesia kurang menghargai budayanya sendiri. Apabila hal ini tidak dirubah budaya kita akan mudah dicuri oleh Negara lain karena penjagaan dan pelestariannya tidak dilakukan dengan baik.
Melihat kejadian yang sudah – sudah yaitu saat Malaysia telah banyak mengakui budaya yang kita miliki seperti batik yang mereka akui itu adalah pakaian tradisional yang berasal dari negaranya, reog ponorogo, yang seharusnya berasal dari Jawa Timur, dengan mudahnya mereka mengakui kalau itu adalah kesnian yang berasal dari negaranya, begitu juga dengan alat musik angklung, lagu rasa sayange, bahkan rendang sampai mereka akui adalah makanan yang berasal dari Negara mereka.
Reaksi yang timbul dari masyarakat sangat keras. Mereka tidak terima budayanya dirampas oleh Negara lain. Sampai – sampai kebencian merasuki masyarakat Indonesia terhadap Negara Malaysia.
Masuknya budaya asing di Indonesia seharusnya tidak menimbulkan hal negatif, apabila kita semua bisa membedakan baik buruknya dampak yang akan terjadi dari apa yang kita lakukan. Perubahan sekecil apapun dapat berdampak baik apabila perubahan itu baik, dan sebaliknya akan berdampak buruk apabila perubahan yang dilakukan adalah hal buruk.


Merubah citra Negara Indonesia agar menjadi Negara yang lebih baik lagi harus dimulai dari diri kita sendiri. “Orang yang mengatakan bahwa berubah itu sulit adalah orang yang sedang mempertahankan keadaan yang sekarang sedang dikeluhkannya. Apakah dibutuhkan mental yang kuat untuk berubah ? Tidak. Yang dibutuhkan adalah kesediaan logis untuk meninggalkan yang terbukti hanya menyulitkan. Maka tinggalkanlah sikap dan cara – cara yang hanya menjadikan anda korban dalam keadaan yang anda buat sendiri”. Mario Teguh

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar